Spark Of Genius

Sejumlah Doktor UNJ Bersama Meluncurkan Tujuh Buku

Sejumlah Doktor UNJ Bersama Meluncurkan Tujuh Buku

JAKARTA: Sejumlah Doktor alumni S3 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama-sama meluncurkan buku karangan masing-masing. Mereka tergabung dalam lembaga think tank Rusamania (ruang seratus enam mania), alumni S3 MSDM UNJ angkatan 2010/2011. Peluncuran tujuh buku itu, ditandai dengan pidato singkat Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Achmad Ridwan.

"Peluncuran buku ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi UNJ. Para alumni S3 MSDM telah membuktikan UNJ tetap mempertahankan kualitas. Terima kasih para alumni," kata Achmad Ridwan menandai peluncuran buku karya Rusamania, alumni S3 MSDM, di Gedung Dewi Sartika Lt.2, Aula Maftuchah Yusuf Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (16/10/2018).

Rusamania adalah singkatan ruang seratus enam mania, ruang 106 ditambah mania, tempat 32 mahasiswa S3 MSDM di UNJ Rawamangun, Jakarta Timur biasa bertemu, berdiskusi, dan berinteraksi dengan para dosen. Sayangnya, sampai kini tidak semua berhasil menyelesaikan pendidikan S3-nya.

Dari yang lulus itu ada Fahmi Idris, eksponen angkatan 66, Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu 2005-2009. Pengusaha, pemilik Kodel Group yang menjadi Dewan Penasehat Rusamania ini, meluncurkan dua karyanya (Dinamina Hubungan Industrial, dan Jalan Sunyi Peneliti). Menurut pria kelahiran Jakarta, 20 September 1943 itu, sejauh ini sudah enam buku yang ditulisnya. "Saya sedang merampungkan buku ke-tujuh."

Lainnya, Mahmuddin Yasin, yang didapuk sebagai ketua Rusamania, dengan karyanya Membangun Organisasi Berbudaya (Studi BUMN). Karya mantan Wakil Menteri BUMN itu melengkapi bukunya Organisasi Manajemen Leadership (Studi Transformasi BUMN).

Lalu, Sekretaris Rusamania, Capri Anjaya dengan bukunya Sekolah Lokal Berkualitas Internasional, Resep Jitu Mengelola Sekolah Internasional (Studi Pendidikan Kerjasama/SPK). Buku yang didekasikan untuk ketiga putranya, Rafito, Bintang dan Sultan itu, bakal disusul buku keduanya yang sedang dalam penggarapan akhir. Direktur Pelaksana Konsultan Pengembangan Manajemen Pendidikan dan Usaha itu berharap bisa segera meluncurkan buku berikutnya.

Berikutnya, Perencanaan Suksesi karya Betty Riadini, dan Abdul Bari. Peta Jalan Generasi Emas oleh Sarji Ahmad Bisri, dan terakhir Siap Fokus, Siap Menulis Skripsi, Tesis dan Disertasi dari Zahara Tussoleha Roni. 

Dalam acara peluncuran itu, masing-masing penulis membeberkan proses kreatif, selain menceritakan keunikan buku karya mereka. Secara khusus Fahmi Idris membagikan resep agar cita-cita menyelesaikan studi sampai S3, terutama kepada mahasiswa, yang  ikut meramaikan acara tersebut. Politisi senior Partai Golkar itu, menyitir pantun yang kerap dipakai untuk memicu semangat anggota Rusamania: Ayu Tingting naik motor, yang penting jadi doktor.

Menurut Fahmi, mereka termotivasi antara lain karena sistem belajar bersama antaranggota Rusamania. Intinya, selalu berkumpul, berdiskusi intens, berganti-ganti tempat untuk penyegaran suasana, dengan mengundang dosen. Menteri Tenaga Kerja Kabinet reformasi Pembangunan (1998-1999) itu berkelakar, di luar ruang kelas biasanya mereka lebih berani mendebat dosen. Kalau di kelas, agak segan, selain agar malu kalau tak argumentatif.'

"Belajar bersama patut ditiru untuk menyelesaikan studi doktor teman-teman Rusamania," kata Fahmi Idris. *